ANGIN BESAR DI PASAR CIPARAY

ANGIN BESAR DI PASAR CIPARAY

Ciparay merupakan salah satu distrik yang berada di Kabupaten Bandung. Secara geografis, distrik Ciparay berada di bagian selatan, dekat dengan distrik Majalaya dan Cicalengka. Sebagai pusat kota sebuah distrik, Ciparay dilewati oleh jalan raya yang menghubungkan Majalaya dan Banjaran. Bahkan, terdapat pertigaan yang menghubungkan jalan raya tersebut dengan jalan menuju Kertasari dan Pangalengan.

Selain menjadi simpul lalu lintas darat, Ciparay juga dilewati oleh jalur kereta api. Kota ini memiliki stasiun kereta api yang berada di jalur antara Dayeuhkolot dan Majalaya, yang dibuka sejak tahun 1922. Jalur kereta api ini membantu mempermudah pergerakan penumpang dan barang di kawasan tersebut.

Baca Juga: MAJALAYA DAN JEJAK KERETA YANG HILANG

Pembangunan kereta api yang melewati Ciparay didorong oleh potensi ekonomi yang besar di kawasan makmur seperti Majalaya dan Ciparay. Selain memiliki pasar yang cukup penting, terdapat pusat-pusat pertanian yang terletak di kawasan yang berada sebelah timur Sungai Citarum[1]. Selain itu, angkutan kereta api akan diandalkan untuk mengangkut hasil dari perkebunan di dataran tinggi sekitar, dan bagian timur Pangalengan[2]. Stasiun Ciparay berada dekat dengan pasar sebagai pusat kegiatan ekonomi masyarakat di sana.

Cikal bakal Halte Ciparay, tahun 1920. Koleksi wereldmuseum.nl

Beberapa tahun setelah jalur kereta api dibangun, pasar Ciparay pernah diporakporandakan angin besar, menjelang akhir tahun 1938. Tepatnya pada bulan November 1938, sebuah angin besar menerjang pasar Ciparay. Angin tersebut bergerak dari arah barat laut menuju tenggara, dengan menumbangkan pepohonan dan menghancurkan rumah-rumah[3].

Amukan angin tersebut sempat meruntuhkan sembilan kios pasar yang dijadikan sebagai tempat berlindung bagi beberapa orang. Nahas, sebanyak empat belas orang terluka ketika ikut berlindung dari amukan angin[4]. Tiga orang di antaranya mengalami luka parah dan tidak dapat berjalan[5].

Baca Juga: SAAT BANDUNG DISAPU BADAI BESAR

Angin besar di Ciparay ini disertai oleh hujan yang deras[6] dan kilatan petir. Tidak jauh dari terjangan angin, dua petani tewas karena tersambar petir ketika mereka sedang berada di sawah[7].

Peristiwa ini merupakan salah satu peristiwa besar yang terjadi pada masa itu. Lima tahun sebelumnya, sebuah angin besar pernah melanda kawasan Rancaekek, yang berjarak sekitar 9 km arah utara Ciparay. Angin ini merusak dan menghancurkan puluhan rumah, serta menyebabkan satu korban jiwa.

Desclaimer: Gambar fitur merupakan generate dari AI.

Referensi:

[1] De Lijn Dajeuhkolot–Madjalaja. De Preanger-bode. Edisi 18 Februari 1922.

[2] De Lijn Dajeuhkolot–Madjalaja. De Preanger-bode. Edisi 18 Februari 1922.

[3] WERVELSTORM BOVEN TJIPARAJ. Algemeen handelsblad voor Nederlandsch-Indië. Edisi 11 November 1938.

[4] WERVELSTORM BIJ BANDOENG. De Indische courant. Edisi 11 November 1938

[5] WERVELSTORM BOVEN TJIPARAJ. Algemeen handelsblad voor Nederlandsch-Indië. Edisi 11 November 1938.

[6] WERVELSTORM BOVEN TJIPARAJ. Algemeen handelsblad voor Nederlandsch-Indië. Edisi 11 November 1938.

[7] WERVELSTORM BIJ BANDOENG. De Indische courant. Edisi 11 November 1938


Leave a Reply

Your email address will not be published.