C. J. DE GROOT: Penyihir Agung Malabar

C. J. DE GROOT: Penyihir Agung Malabar

Cornelius Johannes de Groot meninggal 1 Agustus 1927 di atas kapal SS Jan Pieterzoon Coen. Di usia 44 tahun, pria lulusan Politeknik Delft ini sedang berada di puncak kariernya sebagai Hoofd van het bedrijf der Telegrafie en Telefonie (Kepala Perusahaan Telegraf dan Telepon) di dinas Post-, Telegraaf, en Telefoondienst (Dinas Pos, Telegraf, dan Telepon) Hindia Belanda.

Penyihir Agung Malabar“—begitu julukan yang diberikan orang Belanda kepadanya. Keberhasilannya menghubungkan Belanda dan Hindia Belanda melalui komunikasi telegraf nirkabel merupakan terobosan besar. Apalagi, saat kematiannya, ia tengah mempersiapkan era baru hubungan kedua kawasan: komunikasi telepon nirkabel. Sesuatu yang, satu dasawarsa sebelumnya, masih dianggap mustahil oleh para ahli[1].

Baca Juga: CORNELIUS JOHANNES DE GROOT: Kematian yang Misterius

Usaha de Groot dalam menwujudkan cita-citanya itu selalu mendapat pandangan negatif dari komunitas akademisi di Eropa[2]. Meski mendapat sorotan negative, pria asa Den Helder ini tidak patah semangat. De Groot digambarkan sebagai seorang jenius teknik kelas satu yang telah menghabiskan sepuluh tahun terbaik hidupnya di Bandung[3].   Dalam tulisan “Het Levenswerk van dr. De Groot”, seorang penulis Bernama Balth Van der Pol menulis bahwa kepribadian de Groot yang cemerlang akan selalu dikenang, sebagai seorang peneliti pekerja keras dan serius[4].

Kematian pria yang mendapat gelar ksatria[5] ini memang merupakan pukulann berat bagi Masyarakat Belanda. Dalam obituarinya, koran Provinciale Noordbrabantsche en ‘s Hertogenbossche Courant mengatakan kehilangan seorang insinyur yang sangat terampil. Keberhasilan de Groot yang sedang merintis hubungan telepon antara kedua kawasan diakui sebagai kesuksesan yang besar[6]. Van der Pol menyebut, koneksi radio antara Belanda dan koloninya tanpa menggunakan stasiun perantara saat itu, merupakan kebutuhan politis dan layak secara teknis.[7]

Di masa Perang Dunia I, hubungan komunikasi antara Belanda dan Hindia Belanda sangat terganggu. Kondisi ini dipicu karena adanya tekanan dari kebijakan kabel di pihak Inggris[8].  Sebagai pihak netral, komunikasi antara Den Haag dan Batavia atau sebaliknya, bukan menjadi prioritas bagi Inggris. Keterlambatan pengiriman telegram selama berhari-hari, bahkan terkadang berminggu-minggu, bukanlah hal yang jarang terjadi[9].

Baca Juga: Stasiun Radio Cangkring, Telinga Pertama di Bumi Selatan

Kemandirian dalam berkomunikasi menjadi visi bersama antara pemerintah Belanda dan CJ de Groot. Proyek Stasiun Malabar yang dirintis de Groot membuat Belanda lepas dari ketergantungan kepada kabel-kabel telegraf milik negara lain. Atas kerja kerasnya, orang-orang Belanda saat itu merasa berhutang budi atas karya de Groot[10].

Lompatan besar terjadi ketika laboratorium radio milik perusahaan Philips berhasil memanfaatkan gelombang pendek untuk membangun koneksi telepon dengan Hindia Belanda. Tiba-tiba, suara dari negeri yang jauh dari timur tersebut, terdengar di Belanda.[11]. Peristiwa ini menjadi awal hubungan audio antara dua Kawasan.

Secara perlahan dan tidak diketahui banyak orang, de Groot melakukan sambungan telepon percobaan dengan keluarganya di Belanda. Bahkan sampai hari-hari terakhir keberadaannya di Bandung, de Groot terus mempersiapkan segalanya untuk mewujudkan koneksi audio yang bersejarah itu[12].

Baca Juga: Cililin, Tempat Terpencil dengan Sejarah Besar

Dengan keberhasilannya dalam mendekatkan komunikasi antara Bandung dan Eropa, nampaknya de Groot ingin meyakinkan rekan-rekan ilmuwan yang dahulu meragukan cita-citanya di Malabar[13]. Rencananya, de Groot akan menghadiri konferensi telepon di Como dan konferensi telegraf internasional di Washington.

Selain bersifat ilmiah, pertemuan-pertemuan yang akan dihadirinya menjadi pembuka hubungan Belanda dengan negara lainnya. De Groot sangat diharapkan dapat membuka hubungan dengan negara lain dan sedapat mungkin melakukan negosiasi komunikasi radio dengan negara-negara tersebut[14] .

CJ de Groot akhirnya mengembuskan napas terakhirnya dalam perjalanan menuju Eropa dan Amerika. Di Terusan Suez, de Groot meninggal di atas kapal Jan Pieterzoon Coen. Menurut Het Nieuws van den Dag voor Nederlandsch-Indië yang melansir dari kantor berita ANETA, De Groot meninggal dunia pada tanggal 1 Agustus akibat penyakit jantung dan sebagian karena suhu panas yang berlebihan.[15].

Surat kabar Algemeen Handelsblad menyebut kematiannya sebagai sesuatu yang muram, terjadi saat “Penyihir dari Malabar” itu tengah berjuang mengharumkan nama Belanda dan meneguhkan dirinya di dunia akademis internasional[16].

Referensi:

[1] Dr. Ir. C. J. DE GROOT. De koerier. Edisi 2 Agustus 1927.

[2] Dr. Ir. C. J. de Groot. Bataviaasch nieuwsblad. Edisi 2 Agustus 1927.

[3] Dr. Ir. G. J, de Groot. De nieuwe vorstenlanden. Edisi 4 Agustus 1927

[4] Van der Pol, Balth. 1927. Het levenswerk van dr. De Groot. De Telegraaf. Edisi 3 Agustus 1927

[5] Doktor de Groot pernah mendapat pengharagaan berupa Ordo Oranye-Nassau dan menjadi ksatria dari Ordo Danebrog, Denmark. Sumber: DR. IR. DE GROOT. De Telegraaf. Edisi 2 Agustus 1927

[6] DR. ING. DE GROOT. Provinciale Noordbrabantsche en ‘s Hertogenbossche courant.Edisi 2 Agustus 1927.

[7] Van der Pol, Balth. 1927. Het levenswerk van dr. De Groot. De Telegraaf. Edisi 3 Agustus 1927

[8] Dijkstra

[9] Woude, 152.

[10] Dr. G.J. de Groot. De locomotief. Edisi 3 Agustus 1927

[11] Van der Pol, Balth. 1927. Het levenswerk van dr. De Groot. De Telegraaf. Edisi 3 Agustus 1927

[12] Dr. Ir. C. J. DE GROOT. De koerier. Edisi 2 Agustus 1927.

[13] Dr. Ir. C. J. DE GROOT. De koerier. Edisi 2 Agustus 1927

[14] Dr. ir. C. J. de Groot. De locomotief. Edisi 3 Agustus 1927

[15] Dr. Ir. C J. de Groot. Het nieuws van den dag voor Nederlandsch-Indië. Edisi 2 Agustus 1927.

[16] DR. C.J. DE GROOT. Algemeen Handelsblad. Edisi 2 Agustus 1927


Leave a Reply

Your email address will not be published.