P. A. ROELOFSEN: Dari Lapangan Bola Sampai Gedung Sate

P. A. ROELOFSEN: Dari Lapangan Bola Sampai Gedung Sate

Dalam buku 40 Jaar voetbal in Ned-Indie yang diterbitkan tahun 1934, Beretty menulis bahwa klub Bandoengsche Voetbal Club (BVC) merupakan klub tertua yang dibentuk di Kota Bandung. Klub tersebut beranggotakan mantan pemain sepak bola Belanda yang ditugaskan di Ibukota Priangan tersebut. Beberapa nama pemain BVC sempat ditulis Beretty, termasuk P. A. Roelofsen, pemain yang ditulis kelak menjadi direktur Gouvernements Bedrijven[1]. Roelofsen tinggal di Bandung karena bekerja di perusahaan kereta api milik pemerintah Hindia Belanda, Staatsspoorwegen (SS).

P. A. Roelofsen, sungguh sulit bagi penulis untuk mencari sekadar nama depan dan tahun kelahiran pria asal Belanda ini. Data tersebut akhirnya ditemukan di dalam buku “Persoonlijkheden in het Koninkrijk der Nederlanden in woord en beeld” yang telah digitalisasi dan ditampilkan di website Huygens Instituut[2].

Dalam buku tersebut, tertulis bahwa nama depan dan Tengah Roelofsen adalah Piet Antoni, dan lahir di Tulungagung, 4 Juni 1879. P. A. Roelofsen lahir dari pasangan Evert Roelofsen dan Petronella Antonia Wijers[3]. Roelofsen mengenyam pendidikannya di HBS Arnhem, kemudian mengambil jurusan Sipil, Konstruksi, dan Mekanik di Polytechnische School di Delft[4]. Roelofsen menjalani ujian akhir dan lulus pada tahun 1901[5].

Baca Juga: Rumah Sate, Asal Usul Julukan Gedung Sate

Pada tahun yang sama, keahliannya mendorong pemerintah kolonial melalui Menteri Jajahan untuk mengirim Roelofsen ke Hindia Belanda dan bekerja di SS. Saat itu, Roelofsen dikirim bersama 4 orang lainnya yakni H. P. E. de Vogel, W. F. Staargaard, G. H. M. Vierling, dan J. Woudstra. Tiga nama pertama bekerja sebagai asisten teknisi di SS. Satu nama terakhir diangkat menjadi guru sekolah menengah[6].

Pada tahun 1902, Roelofsen menjadi pegawai SS di posisi Adjunct-Ingenieur (wakil insinyur) di bagian eksploitasi Pulau Jawa. Penempatannya di Bandung sebagai Adjunct-Ingenieur kemungkinan besar yang membuatnya bergabung dengan klub sepakbola BVC, sebagaimana dicatat Beretty.

Karir Roelofsen di SS dapat disebut cemerlang. Pada tahun 1910, dia menjadi hoofdingenieur tweede klasse (kepala insinyur kelas 2). Jabatan ini membuka peluangnya untuk lebih banyak berkarya dan dikenal luas di Hindia Belanda. Roelofsen mulai bersentuhan dengan inovasi-inovasi yang dilakukan SS termasuk potensi pemanfaatan listrik sebagai sumber energi bagi kereta api di Hindia Belanda. Di sela cutinya ke Eropa pada tahun 1912 misalnya, Roelofsen mendapat kesempatan memimpin rombongan surveyor yang mempelajari pemanfaatan hydropower/tenaga air yang dibutuhkan SS[7]. Buku “Persoonlijkheden in het Koninkrijk der Nederlanden in woord en beeld” menyebut, Roelofsen belajar tentang pemanfaatkan air sebagai sumber tenaga Listrik untuk kereta api di Swiss[8].

Pada tahun 1917, Roelofsen yang juga sudah menjadi kepala survey dan konstruksi tenaga air di SS mengajukan rancangan untuk elektrifikasi kereta api dan pasokan energi kepada pemerintah Batavia. Menurut Reitsma, ada dua hal yang menjadi inti pembahasan Roelofsen saat itu, yakni pembahasan tentang aspek-aspek teknis perkeretaapian, baik dari masalah desain maupun keuangan. Yang kedua adalah pembahasan mengenai kelayakan perusahaan listrik skala besar yang menggunakan tenaga air sebagai sumber energi di Batavia[9]. Ajuan ini menjadi cikal bakal elektrifikasi jalur-jalur kereta api di Batavia dan sekitarnya.

Baca Juga: Harta Karun di Gedung Sate

Karier Roelofsen pun meluas, seiring dengan perubahan organisasi di tubuh SS dan munculnya kebutuhan akan biro kelistrikan tersendiri. Sebelumnya, SS sudah mewacanakan untuk melakukan beberapa perubahan di dalam perusahaan. Salah satu yang diubah adalah pemindahan kewenangan biro tenaga air yang semula ada di bawah SS menjadi di bawah biro Listrik milik  Gouvernements Bedrijven (GB)[10].  Perubahan ini membawa Roelofsen menuju jabatan dan tempat tugas yang baru, yakni menjadi kepala dinas di Waterkracht en Elektriciteitswezen (Dinas Tenaga Air dan Kelistrikan). Dinas yang berada di bawah departemen layanan umum ini mulai beroperasi 1 Agustus 1917, dan berkantor di Bandung[11].

Nasib baik sepertinya menghinggapi Roelofsen di kala itu. Setelah dua tahun menjadi kepala di Dinas Tenaga Air dan Kelistrikan, dia sempat ditunjuk menjadi direktur GB untuk sementara, menggantikan kepala sebelumnya, R. Kat, diberhentikan dengan hormat karena permintaannya sendiri. Secara efektif, Roelofsen menjalankan dua pekerjaan, yakni sebagai kepala dinas dan sebagai direktur GB, sejak 2 Juli 1919[12]. Namun, koran Bataviaasch nieuwsblad edisi 29 Juni 1920 sempat menyebut bahwa R. Kat mencabut kembali pengunduran dirinya tersebut dan tetap menjadi direktur GB sampai pertengahan 1920.

Pergantian ini baru terlaksana setahun setelahnya, saat R. Kat mengajukan cuti ke Eropa. Dalam aturan, posisi direktur departemen merupakan jabatan yang penting. Jabatan ini tidak boleh kosong ditinggalkan cuti dan diisi oleh pejabat di bawahnya. Atas aturan tersebut, P. A. Roelofsen akhirnya diangkat menjadi direktur GB, terhitung sejak 2 Juli 1920[13].

Baca Juga: Ayunan Sekop Perak: Awal Berdirinya Gedung Sate

Ketika “Gedung Sate” sedang dibangun, Roelofsen dan stafnya sempat berkantor di Kebon Karet, di lokasi yang kelak menjadi kantor pusat SS (sekarang kantor pusat PT Kereta Api Indonesia). Setelah bangunan tersebut rampung, departemen GB akhirnya dipindahkan ke sana.

P. A. Roelofsen, perjalanan kariernya mencerminkan transformasi pribadi dan zaman. Dari lapangan bola di Bandung, hingga ruang rapat di Gedung Sate. Di antara lintasan rel dan aliran listrik, kisahnya merefleksikan semangat zaman yang sedang berubah cepat.

Referensi:
[1] W. Berretty. 1934. 40 Jaar voetbal in Ned-Indie. Soekabumi: Berretty. Halaman 98.

[2] https://resources.huygens.knaw.nl/

[3] van den Aardweg, H. P. & Hüllstrung, J. P. J. C. . 1938. Persoonlijkheden in het Koninkrijk der Nederlanden in woord en beeld. Amsterdam: Van Holkema & Warendorf N. V. Halaman 1238.

[4] Waltman, J., Jr. 1900. Delftsche studenten-almanak voor het jaar 1900. Delft: Beets. Halaman 169.

[5] Uitslag van de In 1901 gehouden eindexamens der Polytechnische School. De locomotief. Edisi 12 Agustus 1901

[6] MINISTERIE VAN KOLONIËN. Nederlandsche Staatscourant. Edisi 1 November 1901.

[7] Personalia. Het nieuws van den dag voor Nederlandsch-Indië. Edisi 05 November 1912.

[8] van den Aardweg, H. P. & Hüllstrung, J. P. J. C. . 1938. Persoonlijkheden in het Koninkrijk der Nederlanden in woord en beeld. Amsterdam: Van Holkema & Warendorf N. V. Halaman 1238.

[9] Reitsma, S. A. 1915. Indische Spoorwegpolitiek Deel VIII: De spoorwegtoestanden te Batavia. Weltevreden: Landsdrukkerij. Halaman 220-221.

[10] Allerlei over de S.S. De Preanger-bode. Edisi 9 September 1916.

[11] Oost-Indie. Het vaderland. Edisi 25 Oktober 1917.

[12] Bij de Gouvernementsbedrijven. De ingenieur; Orgaan van het Kon. Instituut van Ingenieurs- van de vereeniging van Delftsche Ingenieurs. Edisi no 28, 12-07-1919.

[13] De nieuwe Directeur van Gouvernements Bedrijven. Bataviaasch nieuwsblad. Edisi 29 juni 1920


Leave a Reply

Your email address will not be published.