Guncangan gempa yang melanda Cipatat pada awal Januari 1911 menyebabkan kerusakan parah di berbagai lokasi. Getaran berlangsung sejak pagi hingga siang hari dan diduga merupakan kelanjutan dari rangkaian aktivitas seismik yang telah mengguncang wilayah tersebut sejak pertengahan Desember 1910[1].
Author: Hevi Abu Fauzan
SATU ABAD WACANA JALUR CIPATAT-SASAKSAAT
Pemerintah Indonesia kembali menghidupkan wacana reaktivasi jalur kereta api Cipatat–Padalarang. Jalur yang telah berhenti beroperasi selama puluhan tahun itu kembali dilirik karena dinilai mampu membuka akses baru bagi mobilitas masyarakat di wilayah barat Bandung. “Dengan hadirnya kembali jalur ini, warga bisa makin mudah bepergian dari Sukabumi maupun Cianjur ke Bandung atau sebaliknya. Perjalanan jadi lebih...
Banjir Besar Bandung 1940
Pada 18 Maret 1940, Kota Bandung kembali dilanda banjir besar yang meninggalkan jejak kerusakan luas di beberapa penjuru kota. Banjir yang terjadi pada Senin malam itu disebabkan oleh naiknya debit Sungai Cikapundung hingga mencapai lima meter di atas batas normal. Ketinggian yang belum pernah tercatat sepanjang sejarah sungai tersebut. Banyak desa di sepanjang tepian sungai...
PUTING BELIUNG 1912: Robohnya Pohon Beringin di Alun-Alun
Pada jam 5 sore tanggal 26 Agustus 1912, sebuah puting beliung menghantam pusat Kota Bandung. Peristiwa besar ini terjadi beberapa bulan sebelum bencana serupa yang menyerang Gegerkalong dan Ciumbuleuit pada Februari 1913. Fenomena seperti ini tergolong sangat langka. Java Post menulis bahwa puting beliung hampir tidak pernah muncul di Hindia Belanda[1]. Meski begitu, beberapa kejadian...
SAAT PUTING BELIUNG MENGOYAK CIUMBULEUIT
Pada tahun 1913, bencana puting beliung terjadi di kawasan Ciumbuleuit Bandung. Kawasan ini berada sekitar 4 pal (sekitar 6 km) dari pusat kota. Peristiwa ini terjadi pada 26 Februari, sekitar jam 4 sore. Dalam laporan pertamanya, surat kabar De Preangerbode menyebut, bahwa peristiwa tersebut menghancurkan sebagian bangunan pabrik teh dan rumah administrator yang berada di...
ANGIN BESAR DI PASAR CIPARAY
Ciparay merupakan salah satu distrik yang berada di Kabupaten Bandung. Secara geografis, distrik Ciparay berada di bagian selatan, dekat dengan distrik Majalaya dan Cicalengka. Sebagai pusat kota sebuah distrik, Ciparay dilewati oleh jalan raya yang menghubungkan Majalaya dan Banjaran. Bahkan, terdapat pertigaan yang menghubungkan jalan raya tersebut dengan jalan menuju Kertasari dan Pangalengan. Selain menjadi...
BADAI SUSULAN DI BANDUNG 1922
Hanya berselang empat hari, Kota Bandung kembali dihantam badai di awal tahun 1922. Badai pertama terjadi pada Rabu, 25 Januari 1922, dan menyebabkan kekacauan besar di kota. Banjir terjadi di mana-mana, pohon tumbang, atap bocor, bangunan rubuh, bahkan menelan korban jiwa. Ketika warga baru saja membenahi kerusakan dan mulai beraktivitas seperti biasa, hujan kembali datang...
SAAT BANDUNG DISAPU BADAI BESAR
Cekungan Bandung tidak pernah benar-benar lepas dari ancaman bencana alam. Wilayah dataran tinggi ini kerap diguyur hujan badai, disambar petir, hingga diterpa angin puting beliung. Bencana-bencana itu bukan hanya menimbulkan kerugian materi, tetapi juga korban jiwa. Salah satu badai terbesar yang pernah tercatat dalam sejarah Bandung terjadi pada 25 Januari 1922. Langit yang semula cerah...
Satu Abad Viaduct Pertama di Bandung
Di sebelah barat Stasiun Bandung terdapat sebuah jembatan yang melintasi jalur rel kereta api. Jembatan sepanjang sekitar 50 meter ini menghubungkan sisi selatan dan utara Jalan Pasirkaliki, dan menjadi salah satu elemen penting dalam tata ruang kota Bandung modern. Keberadaan jembatan ini tak lepas dari proyek pembenahan jaringan kereta api di Kota Bandung pada dekade...
Di Balik Pembangunan Jalan Suniaraja Baru
Jalan Suniaraja merupakan salah satu jalan tua di pusat Kota Bandung. Pada awal abad ke-20, jalan ini sudah menjadi penghubung penting antara Jalan Braga dengan Pasar Baru dan Stasiun Bandung. Namun, sebelum ada perbaikan tata kota, rute menuju Jalan Braga dari arah Pasar Baru tidaklah lurus seperti sekarang. Dari Pasar Baru menuju Jalan Braga, kita...









