Tanggal 25 September merupakan hari lahir Kota Bandung. Tanggal ini merujuk pada surat keputusan peresmian kota yang ditandatangani Gubernur Jenderal Herman Willem Daendels di tahun 1810. Kota Bandung merupakan kota yang baru untuk menggantikan Ibukota Kabupaten Bandung yang lama, Krapyak. Kota yang berpusat di pendopo dan alun-alun ini pada mulanya merupakan hutan dan beberapa desa-desa...
Author: Hevi Abu Fauzan
Letusan Krakatau 1883, Saat Kegelapan Menyelimuti Bandung (Bag. 2)
“Hanya burung-burung yang bersiul, seperti di bulan Mei. Mungkin mengira matahari telah pergi ke bulan” [1].
Harta Karun di Gedung Sate
Di tahun 1920-an, pemerintah Hindia Belanda membangun Gedung Sate di Bandung. Gedung ini merupakan gedung kantor untuk Departement Verkeer en Waterstaat (Departemen Pekerjaan Umum dan Pengairan). Semula, gedung ini merupakan bagian dari kompleks perkantoran pemerintah Hindia Belanda atau Gouvernements Bedrijven.
Pemindahan Ibukota Priangan 1864
“Halo-Halo Bandung, Ibukota Periangan…” Dalam potongan lirik lagu Halo-Halo Bandung, kita akan menemukan kalimat yang menunjukkan Bandung sebagai Ibukota Priangan. Priangan merupakan satu Karesidenan yang berada di Pulau Jawa bagian barat. Sebelum Bandung, Kota Cianjur menjadi ibukota Priangan sampai pertengahan abad 19.
Monumen Lampu di Stasiun Bandung, Sebuah Hadiah Untuk SS
“Sumber cahaya baru ini mungkin merupakan simbol tidak hanya dari apa yang telah dilakukan di masa lalu oleh SS, tetapi juga kemajuan yang akan menjadi ciri layanan di masa depan.” – Bertus Coops, Walikota Bandung dalam peringatan 50 tahun Staatsspoorwegen (SS) di Bandung, 7 Juli 1925[1].
Kecelakaan Kereta Api di Jalan Braga
Kereta api memasuki Kota Bandung di pertengahan tahun 1884. Kedatangan alat transportasi modern ini membuat Ibukota Karesidenan Priangan tersebut menjadi kota terbuka, dan lebih mudah diakses. Kereta api menyulap Bandung yang selalu dianggap sebagai sebuah kampung di tengah pegunungan menjadi sebuah kota besar. Selain membantu mobilitas manusia, kereta api juga membantu mobilitas barang dari dan...
Vlugge Vier, Kereta Cepat Bandung-Batavia
Saat ini, pemerintah sedang menggenjot proyek kereta api cepat yang menghubungkan Bandung dan Jakarta. Dalam berita terakhir, penyelesaian proyek dengan nama Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) ini dipredisksi molor karena kesulitan keuangan[1]. Kegiatan untuk mempercepat hubungan kedua kota sudah ada di masa kolonial. Di tahun 1930-an, orang-orang Belanda meluncurkan rangkaian kereta api cepat yang menghubungkan...
Lapangan Sepakbola di Kerkplein Bandung
Bandung dikenal dengan julukan “De Bloem Der Indische Bergstede“, “Bunga dari Pegunungan Hindia Belanda”. Dalam arti sebenarnya, julukan ini mempunyai makna, Bandung merupakan kota yang mempunyai banyak bunga di dalamnya. Pieters Sijthoffpark (taman Dewi Sartika, sekarang) merupakan taman bunga pertama di Kota Bandung yang didirikan pada tahun 1885.
AMBISI MEMBUAT JALUR KERETA BANDUNG-CILETUH
“Tetapi di mana pada usia saya, saya mengesampingkan setiap mimpi dan semua visi masa depan untuk lebih menyibukkan diri dengan “Memento Mori” yang berulang hampir setiap hari.” – R. A. Eekhout, dalam sebuah pidato, dua bulan menjelang kematiannya[1].
Alun-Alun, Rahim Sepakbola Kota Bandung
Alun-Alun Bandung dibangun seiring pembangunan pusat pemerintahan kabupaten yang baru di sekitar tahun 1810. Pemindahan ini didorong oleh surat dari Gubernur Jenderal Herman Willem Daendels tanggal 25 Mei yang berisi perintah pemindahan Ibukota Kabupaten Bandung ke posisi yang dekat dengan Jalan raya Pos.









