Akhir bulan Mei 1927 menjadi babak baru dalam sejarah perkembangan Radio Malabar. Pada waktu tersebut, para ahli radio di Gunung Malabar berhasil mengirimkan suara untuk pertama kalinya ke Belanda, tepatnya ke sebuah stasiun di kawasan Meyendel[1]. Momen ini menjadi tonggak penting dalam terhubungnya Hindia Belanda dan Belanda melalui teknologi audio.
Kategori: Tokoh
C. J. DE GROOT: Penyihir Agung Malabar
Cornelius Johannes de Groot meninggal 1 Agustus 1927 di atas kapal SS Jan Pieterzoon Coen. Di usia 44 tahun, pria lulusan Politeknik Delft ini sedang berada di puncak kariernya sebagai Hoofd van het bedrijf der Telegrafie en Telefonie (Kepala Perusahaan Telegraf dan Telepon) di dinas Post-, Telegraaf, en Telefoondienst (Dinas Pos, Telegraf, dan Telepon) Hindia...
C. J. DE GROOT: Kematian yang Misterius
Cornelius Johannes de Groot merupakan ilmuwan terdepan dalam pendirian dan pengembangan stasiun radio di Gunung Malabar. Stasiun radio yang diresmikan pada 5 Mei 1923 itu mewujudkan komunikasi nirkabel antar benua yang menghubungkan Hindia Belanda dan Belanda.
P. A. ROELOFSEN: Menolak Berkantor di Gedung Sate
Pada 2 Juli 1920, Piet Antoni Roelofsen diangkat sebagai Direktur Departement van Gouvernements Bedrijven (DGB), menggantikan R. Kat yang akan mengambil cuti ke Eropa. Sesuai ketentuan, posisi direktur tidak boleh kosong atau dijabat oleh caretaker, sehingga pengangkatan Roelofsen dilakukan segera[1]. Lulusan Politeknik Delft ini pun harus meninggalkan Bandung dan bertugas di kantor pusat DGB di...
P. A. ROELOFSEN: Dari Lapangan Bola Sampai Gedung Sate
Dalam buku 40 Jaar voetbal in Ned-Indie yang diterbitkan tahun 1934, Beretty menulis bahwa klub Bandoengsche Voetbal Club (BVC) merupakan klub tertua yang dibentuk di Kota Bandung. Klub tersebut beranggotakan mantan pemain sepak bola Belanda yang ditugaskan di Ibukota Priangan tersebut. Beberapa nama pemain BVC sempat ditulis Beretty, termasuk P. A. Roelofsen, pemain yang ditulis...
Chaplin dan Sepasang Sandal dari Garut
Setelah menginap di Bandung, rombongan Charlie Chaplin melanjutkan perjalanan menuju Garut, 25 Maret 1936. Charlie dalam kunjungannya ke Pulau Jawa yang kedua kali tersebut ditemani oleh Paulette dan ibunya, Alta Mae Goddard. Sejak mendarat di Cililitan Batavia, mereka melakukan perjalanan menggunakan mobil melewati Puncak[1].
Charlie Chaplin, Kapok Naik Kereta Api
“There is no room in the carriages, so we sat in dining room all the way. We are smothered with smoke and dirt from the engine. You decide not to travel again by train,” – Sydney John Chaplin.
Frans Hukom, Pemain Bandung di Piala Dunia 1938
Persib Bandung berhadapan dengan Persatuan Sepakbola Makassar (PSM), Selasa, 14 Februari 2023. Pertemuan dua tim mantan perserikatan ini akan menghadirkan permainan yang menarik. Secara klasemen, kedua tim sama-sama berada di papan atas dan sedang berlomba menjadi terbaik di Indonesia musim 2022/2023 ini.
AMBISI MEMBUAT JALUR KERETA BANDUNG-CILETUH
“Tetapi di mana pada usia saya, saya mengesampingkan setiap mimpi dan semua visi masa depan untuk lebih menyibukkan diri dengan “Memento Mori” yang berulang hampir setiap hari.” – R. A. Eekhout, dalam sebuah pidato, dua bulan menjelang kematiannya[1].
Penerbangan Pertama di Atas Kota Bandung
Aktifitas penerbangan di Bandung mulai menggeliat di tahun 1917. Di tahun tersebut, Engelbert Van Bevervoode mulai merintis lapangan terbang kecil di Rancaekek, satu kawasan yang berjalarak sekitar 21 km ke arah timur Kota Bandung. Kapten penerbang kelahiran Balangnipa, Sulawesi ini merupakan instruktur bagi para penerbang di lapangan udara Kalijati Subang. Pembangunan landasan udara di Rancaekek...









