Charlie Chaplin kembali mengunjungi Hindia Belanda di tahun 1936. Kunjungannya kali ini didampingi oleh Paulette Goddard dan ibu dari Paulette.
Kategori: Tokoh
Rancaekek, Lapangan Udara Perintis di Bandung
Setelah mendirikan lapangan udara di Kalijati, Proefvliegafdeling (PVA/divisi uji terbang) mencari tempat yang baru. Bandung menjadi target pendirian tempat berlatih para penerbang. Selain disediakan sebagai sekolah untuk pilot-pilot baru, penelitian terhadap udara di atas pegunungan menjadi pendorong berdirinya lapangan udara di kawasan Cekungan Bandung.
Kisah Penerbangan di Hindia Belanda, dari Kalijati ke Bandung
“Ketika kami berjalan ke Noordwijk pada hari Sabtu sore sekitar pukul setengah delapan, kami tiba-tiba mendengar dengungan mengerikan di udara, yang pada pemeriksaan lebih dekat tampaknya berasal dari mesin terbang.[1]”
GEDUNG BPI ITB, KUIL ILMU DI BANDUNG
“Tanpa desain baru, seni adalah sebuah mayat” – Winston Churchill[1].
Hotel Preanger yang Memukau Chaplin
Bandung, 30 Maret 1932, hari baru saja berganti malam, sementara angin mulai menusuk tulang.
Charlie Chaplin, dan Janji yang Tidak Pernah Ditepati (Kereta Garut Bag. 7)
“Jika saya kembali ke Hindia lagi tahun depan atau dua tahun lagi, mari kita menginap di Kamojang, selama 14 hari” – Charlie Chaplin (1936)





