Cornelius Johannes de Groot merupakan ilmuwan terdepan dalam pendirian dan pengembangan stasiun radio di Gunung Malabar. Stasiun radio yang diresmikan pada 5 Mei 1923 itu mewujudkan komunikasi nirkabel antar benua yang menghubungkan Hindia Belanda dan Belanda.
Ahli radio kelahiran De Helder tahun 1883 ini menempuh pendidikan tingginya di Polytechnische School di Delft, lalu melanjutkan studi Teknik Elektro di Karlsruhe, Jerman. Penelitiannya mengenai komunikasi nirkabel untuk kepentingan lalu lintas laut di Hindia Belanda menjadi titik awal perkembangan jaringan radio di Malabar.
Jaringan radio Malabar merupakan instalasi radio di kawasan Bandung yang terpusat di Gunung Malabar. Selain itu, pemerintah Hindia Belanda juga membangun stasiun-stasiun di Cililin, Cangkring, Rancaekek, Padalarang, dan Dayeuhkolot. Sementara di negeri Belanda, dibangun pula stasiun radio di Sambeek dan Kootwijk.
Baca Juga: Cililin, Tempat Terpencil dengan Sejarah Besar
Inovasi yang dilakukan De Groot menjadi wujud kemandirian teknologi, di mana Kerajaan Belanda tidak lagi bergantung pada negara atau wilayah lain dalam hal komunikasi. Surat kabar De Koerier menyebut pekerjaan De Groot ini sebagai sebuah revolusi, yang membawa Belanda dan Hindia Belanda menuju kebebasan komunikasi radio yang telah lama didambakan[1].
Keberadaan jaringan ini melepaskan ketergantungan Belanda dari kabel-kabel telegraf yang telah digunakan sejak akhir abad ke-19. Kabel-kabel itu sebagian ditanam di dasar laut dan sebagian lain melintasi daratan negara-negara asing, yang kerap tidak lepas dari konflik. Pada Perang Dunia I misalnya, Inggris mengontrol lalu lintas telegraf yang melewati wilayah jajahannya[2].
Dengan dukungan penuh dari pemerintah Belanda, De Groot menerapkan keahliannya dan terus mengembangkan jaringan radio demi menghubungkan kedua kawasan. Teknologi radio yang awalnya hanya sebagai penyangga komunikasi telegraf, perlahan berkembang menjadi penopang komunikasi telepon.

Namun sayangnya, De Groot tidak sempat menyaksikan hasil perjuangannya itu. Ia meninggal dunia di Terusan Suez saat dalam perjalanan menuju Amerika melalui Eropa. Rencananya, De Groot hendak menghadiri konferensi telepon di Como serta konferensi telegraf internasional di Washington, Amerika Serikat[3]. Dalam perjalanannya, ia harus singgah terlebih dahulu di Belanda untuk memakamkan istrinya yang wafat beberapa bulan sebelumnya di Bandung. Saat itu, De Groot berlayar menggunakan kapal SS Jan Pieterszoon Coen, sementara jasad sang istri diangkut dengan kapal Bintang[4].
Baca Juga: Stasiun Radio Cangkring, Telinga Pertama di Bumi Selatan
Surat kabar Het Nieuws van den Dag voor Nederlandsch-Indië, mengutip kantor berita ANETA, melaporkan bahwa De Groot meninggal dunia pada 1 Agustus pukul 22.15 karena penyakit jantung dan suhu panas ekstrem[5]. Dalam kesaksian H. Hillen yang dimuat di Haagse Courant, disebutkan bahwa dokter kapal telah menyarankan De Groot untuk tidak mengonsumsi alkohol, terutama di tengah teriknya Laut Merah pada bulan Agustus. Namun, De Groot disebutkan kesal, marah, dan tidak dapat menahan diri[6].
De Locomotief menulis bahwa kehidupan pribadi Dr. De Groot terlihat muram. Ia tampak mencari pelarian dari kesedihannya melalui pekerjaannya di bidang radio. Kepergian istrinya di awal tahun 1927 memperparah kondisi emosional tersebut[7].
Kematian De Groot menjadi pukulan berat bagi banyak orang yang menantikan terobosan inovatif darinya. Ironisnya, pada minggu-minggu terakhir kehidupannya, Dr. De Groot tengah mempersiapkan segala kebutuhan demi terwujudnya komunikasi suara antara Hindia Belanda dan Belanda[8].

Sebagai catatan, percakapan telepon resmi pertama antara Hindia Belanda dan Belanda akhirnya terlaksana pada 22 September 1927[9]. Komunikasi bersejarah ini dilakukan oleh De Haas, pegawai Dinas Pos, Telegraf, dan Telepon di Rancaekek, dengan Tuan Boetje, pimpinan telegraf di Den Haag[10].
Baca Juga: Stasiun Rancaekek dan Percakapan Pertama Dengan Belanda
Untuk mengenang jasa-jasa De Groot, pada 3 Agustus 1927 dilakukan upacara penghormatan di Stasiun Radio Gunung Malabar. Para staf berkumpul di ruang mesin, di depan batu peringatan yang terpasang di dinding utara. Di bawahnya, diletakkan karya terakhir De Groot: pemancar telepon gelombang pendek, yang belum lama digunakan untuk berbicara dengan orang tuanya di Belanda. Tepat pukul tiga sore, sirene dibunyikan tiga kali sebagai tanda penghentian seluruh aktivitas stasiun selama 15 menit[11].
Asosiasi Insinyur dinas Posts, Telegraaf, en Telefoon (PTT) mendorong pemerintah kota untuk mendirikan sebuah monumen penghormatan bagi De Groot. Usulan ini diterima dengan antusias oleh Wali Kota J. C. Coops, yang menyatakan kesediaannya untuk membantu segala kebutuhan pembangunan[12].
Cornelius Johannes de Groot dan istrinya dimakamkan berdampingan di Pemakaman St. Barbara, Den Haag, pada 22 Agustus 1927. Makam mereka dipenuhi bunga sebagai penghormatan dari rekan-rekan, kolega, komunitas ilmiah, dan pemerintah. Ayah De Groot, yang merupakan pensiunan pegawai negeri Belanda, menyampaikan terima kasih atas perhatian besar yang diberikan kepada anak dan menantunya[13].
Referensi:
[1] Dr. Ir. C. J. DE GROOT. De koerier. Edisi 2 Agustus 1927.
[2] van der Woude, J. 1991. Het ’radio-huisje’ op de Meent. Dalam majalah Tussen Vecht en Eem. Edisi 9e jaargang, nr.3, september 1991.
[3] DR. C. J. DE GROOT IN DE ROODE ZEE OVERLEDEN. De avondpost. Edisi 2 Agustus 1927.
[4] Dijkstra, Klaas. 2005. Radio Malabar: Herinneringen aan een boeiende tijd 1914-1945.
[5] Dr. Ir. C J. de Groot. Het nieuws van den dag voor Nederlandsch-Indië. Edisi 2 Agustus 1927.
[6] HC Brieven, Haagse Courant, Edisi 9 april 1988
[7] Dr. ir. C. J. de Groot. De locomotief. Edisi 3 Agustus 1927
[8] Dr. Ir. C. J. DE GROOT. De koerier. Edisi 2 Agustus 1927
[9] Malabar- Kootwijk. De Indische courant. Edisi 26 September 1927
[10] Een kruisgesprek Kootwijk-Malabar. Deli courant. Edisi 23-09-1927
[11] Herdenking van Dr. Ir. De Groot. Het nieuws van den dag voor Nederlandsch-Indië. Edisi 4 Agustus 1927
[12] Wijlen Dr. De Groot. ’n Oproep tot Hulde. Bataviaasch nieuwsblad. Edisi 4 Agustus 1927
[13] Teraardebestelling van dr. ir. en mevrouw de Groot. Haagsche courant. Edisi 22 Agustus 1927


Leave a Reply