Pada 18 September 1921, suasana Jalan Dago Bandung tampak semarak. Mobil-mobil silih berganti datang ke sebuah bangunan bernomor 80[1], menurunkan tamu undangan yang hendak menghadiri sebuah resepsi penting. Teras bangunan itu penuh dengan karangan bunga beraneka bentuk dan warna[2]. Hari itu, Kota Bandung resmi memiliki rumah sakit baru bernama Roomsch-Katholieke Ziekenverpleging Sint Borromeus. Rumah sakit...
Tag: Cornelis de Groot
Radio Malabar dan Tarian Gusti Nurul di Den Haag
Akhir bulan Mei 1927 menjadi babak baru dalam sejarah perkembangan Radio Malabar. Pada waktu tersebut, para ahli radio di Gunung Malabar berhasil mengirimkan suara untuk pertama kalinya ke Belanda, tepatnya ke sebuah stasiun di kawasan Meyendel[1]. Momen ini menjadi tonggak penting dalam terhubungnya Hindia Belanda dan Belanda melalui teknologi audio.
C. J. DE GROOT: Penyihir Agung Malabar
Cornelius Johannes de Groot meninggal 1 Agustus 1927 di atas kapal SS Jan Pieterzoon Coen. Di usia 44 tahun, pria lulusan Politeknik Delft ini sedang berada di puncak kariernya sebagai Hoofd van het bedrijf der Telegrafie en Telefonie (Kepala Perusahaan Telegraf dan Telepon) di dinas Post-, Telegraaf, en Telefoondienst (Dinas Pos, Telegraf, dan Telepon) Hindia...
C. J. DE GROOT: Kematian yang Misterius
Cornelius Johannes de Groot merupakan ilmuwan terdepan dalam pendirian dan pengembangan stasiun radio di Gunung Malabar. Stasiun radio yang diresmikan pada 5 Mei 1923 itu mewujudkan komunikasi nirkabel antar benua yang menghubungkan Hindia Belanda dan Belanda.
Stasiun Radio Cangkring, Telinga Pertama di Bumi Selatan
Cangkring berada di pinggir jalan yang menghubungkan Baleendah dan Ciparay. Kawasan ini berada di kaki Gunung Pipisan dan secara admnistratif berada di Desa Jelekong, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung.
Stasiun Radio Penerima Pertama di Belanda
Suatu malam operator bernama Roelof Visser duduk di depan peralatan radio. Dengan headset yang terpasang, dia bekonsentrasi untuk mendengar sinyal-sinyal suara yang dikirmkan dari negeri jauh di timur. Nafasnya seolah berhenti, saat sinyal pertama dari Cililin, terdengar di telinganya[1].
Cililin, Tempat Terpencil dengan Sejarah Besar
Perang Dunia pertama mendorong Belanda untuk membuat instalasi radio nirkabel di Hindia Belanda. Perang membuat hubungan komunikasi antara kedua kawasan sangat terganggu. Salah satu ambisi Belanda adalah membuat jaringan telekomunikasi yang tidak bergantung pada keberadaan kabel-kabel telegraf yang rentan mendapat gangguan, terutama saat perang.
Banjir Besar di Bandung Tahun 1919
Pada tahun 1919, Kota Bandung dilanda banjir cukup besar. Banjir ini disebabkan oleh hujan deras di kawasan Dago dan beberapa wilayah di Bandung Utara. Menurut laporan koran De Preangerbode[1], curah hujan yang turun di sana mencapai angka 137 milimeter. Besarnya air hujan tidak tertampung oleh sungai Ci Kapundung yang sempit. Air yang meluap ke tepian...
(Video) Monumen Pantat Bugil di Bandung
Sejarah Radio Malabar, Bagian 4 – Sebuah monumen untuk merayakan keberadaan Stasiun Malabar didirikan di Bandung. Monumen ini diresmikan pada tahun 1930. Selain untuk merayakan hubungan telepon antara Hindia Belanda dan Belanda, monumen ini juga dipersembahkan untuk perintis radio di Hindia Belanda, De Groot yang meninggal tahun 1927 di Laut Merah.








