Guncangan gempa yang melanda Cipatat pada awal Januari 1911 menyebabkan kerusakan parah di berbagai lokasi. Getaran berlangsung sejak pagi hingga siang hari dan diduga merupakan kelanjutan dari rangkaian aktivitas seismik yang telah mengguncang wilayah tersebut sejak pertengahan Desember 1910[1].
Tag: Kereta Api
SATU ABAD WACANA JALUR CIPATAT-SASAKSAAT
Pemerintah Indonesia kembali menghidupkan wacana reaktivasi jalur kereta api Cipatat–Padalarang. Jalur yang telah berhenti beroperasi selama puluhan tahun itu kembali dilirik karena dinilai mampu membuka akses baru bagi mobilitas masyarakat di wilayah barat Bandung. “Dengan hadirnya kembali jalur ini, warga bisa makin mudah bepergian dari Sukabumi maupun Cianjur ke Bandung atau sebaliknya. Perjalanan jadi lebih...
Satu Abad Viaduct Pertama di Bandung
Di sebelah barat Stasiun Bandung terdapat sebuah jembatan yang melintasi jalur rel kereta api. Jembatan sepanjang sekitar 50 meter ini menghubungkan sisi selatan dan utara Jalan Pasirkaliki, dan menjadi salah satu elemen penting dalam tata ruang kota Bandung modern. Keberadaan jembatan ini tak lepas dari proyek pembenahan jaringan kereta api di Kota Bandung pada dekade...
JEMBATAN VIADUCT: Penjaga di Tengah Kota
Di tengah hiruk pikuk lalu lintas Bandung, ada satu jembatan kereta api yang selalu mencuri perhatian: Jembatan Viaduct. Jembatan beton ini bukan sekadar penghubung rel, tetapi juga simbol bagaimana kota pernah berbenah besar-besaran saat dipersiapkan menjadi calon ibu kota Hindia Belanda.
MENGENANG JALUR KERETA TASIKMALAYA-SINGAPARNA
Di tengah Kota Tasikmalaya terdapat sebuah jalan sempit bernama Jalan Pasar Rel. Sehari-hari, jalan ini menjadi akses utama ke sebuah pasar tradisional, tempat pedagang menggelar dagangan dan pembeli lalu-lalang. Yang menarik, meski namanya menyebut “rel”, tak ada jejak kereta api di sana. Tak terdengar klakson lokomotif, tak terlihat jalur baja. Hanya keramaian pasar yang mendominasi...
MAJALAYA DAN JEJAK KERETA YANG HILANG
“Dan begitulah datangnya — setiap hari satu sapuan Kemeja lengan dalam setahun, — Akhirnya! jalur panjang Siap menuju Madjalaja! Namun butuh waktu yang lama, Namun tak bisa lebih cepat: Karena hal baik selalu datang Namun perlahan, perlahan!!” (T.W.Z.)[1]
TEROWONGAN LAMPEGAN: ANTARA MAHAKARYA DAN JEJAK CERITA
Di balik hamparan perbukitan di Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur, berdiri salah satu mahakarya era kolonial yang hingga kini masih menyimpan jejak sejarah dan kisah mistis: Terowongan Lampegan. Dibangun antara tahun 1879 hingga 1882 oleh perusahaan kereta api Staatsspoorwegen (SS), terowongan ini menjadi yang pertama dibangun di Pulau Jawa, membentang sepanjang sekitar 632 meter[1].
EVOLUSI STASIUN KARAWANG
Kabupaten Karawang menempati posisi yang strategis baik secara politik maupun ekonomi. Secara politik, Karawang menjadi wilayah konflik antara Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC) yang berpusat di Batavia dan Kesultanan Mataram yang berpusat di pedalaman Jawa bagian tengah. Keduanya dipisahkan oleh Sungai Citarum. Menurut Graaf[1], Mataram berkepentingan untuk memperluas wilayah kekuasaan, terutama daerah pantai utara Jawa. Sementara...
KISAH JEMBATAN KERETA: DARI TANJUNGPURA KE CIWIDEY
Awalnya, penulis hendak mengulas sejarah dan cerita di balik jembatan-jembatan besar di jalur kereta api Soreang–Ciwidey. Namun, rasanya tak lengkap jika tidak menyinggung terlebih dahulu tentang Jembatan Tanjungpura, sebuah infrastruktur penting yang terletak di perbatasan Kabupaten Karawang dan Bekasi.
Wilhelmina, Terowongan Terpanjang yang Memesona
“Lokomotif bersiul, kami melaju kencang, naik jembatan kayu di atas jurang besar Poetra Pinggang. Dari satu bentangan pegunungan Preanger Selatan, jembatan itu menuju ke yang lain. Kadang-kadang jembatan berada 40 meter di atas dasar jurang, kemudian kami mendekati terowongan pertama, yang terpanjang di Jawa — 1.145 meter — segera dua terowongan yang lebih kecil menyusul.”...









