Cornelius Johannes de Groot merupakan ilmuwan terdepan dalam pendirian dan pengembangan stasiun radio di Gunung Malabar. Stasiun radio yang diresmikan pada 5 Mei 1923 itu mewujudkan komunikasi nirkabel antar benua yang menghubungkan Hindia Belanda dan Belanda.
Tag: Stasiun Radio Cililin
Curug Jompong dan Pemandangan Terindah di Pulau Jawa
“Jalan dari Soreang (Kopo) sepanjang Curug Jompong ke kamp artileri kecil Batujajar adalah salah satu jalan terindah di Jawa.” – S. A. Reitsma & W. H. Hoogland.
Stasiun Radio Penerima Pertama di Belanda
Suatu malam operator bernama Roelof Visser duduk di depan peralatan radio. Dengan headset yang terpasang, dia bekonsentrasi untuk mendengar sinyal-sinyal suara yang dikirmkan dari negeri jauh di timur. Nafasnya seolah berhenti, saat sinyal pertama dari Cililin, terdengar di telinganya[1].
Cililin, Tempat Terpencil dengan Sejarah Besar
Perang Dunia pertama mendorong Belanda untuk membuat instalasi radio nirkabel di Hindia Belanda. Perang membuat hubungan komunikasi antara kedua kawasan sangat terganggu. Salah satu ambisi Belanda adalah membuat jaringan telekomunikasi yang tidak bergantung pada keberadaan kabel-kabel telegraf yang rentan mendapat gangguan, terutama saat perang.
(Video) Cililin, Stasiun Radio Kecil dengan Sejarah Besar
Sejarah Radio Malabar, Bagian 3 – Stasiun Radio Cililin menyimpan kisah tersendiri. Stasiun yang berada di kota Kecamatan, Kabupaten Bandung Barat ini menjadi stasiun pertama yang sinyalnya bisa ditangkap di Belanda, di tahun 1919.




