Pada 18 September 1921, suasana Jalan Dago Bandung tampak semarak. Mobil-mobil silih berganti datang ke sebuah bangunan bernomor 80[1], menurunkan tamu undangan yang hendak menghadiri sebuah resepsi penting. Teras bangunan itu penuh dengan karangan bunga beraneka bentuk dan warna[2]. Hari itu, Kota Bandung resmi memiliki rumah sakit baru bernama Roomsch-Katholieke Ziekenverpleging Sint Borromeus. Rumah sakit...
Kategori: Bangunan
P. A. ROELOFSEN: Menolak Berkantor di Gedung Sate
Pada 2 Juli 1920, Piet Antoni Roelofsen diangkat sebagai Direktur Departement van Gouvernements Bedrijven (DGB), menggantikan R. Kat yang akan mengambil cuti ke Eropa. Sesuai ketentuan, posisi direktur tidak boleh kosong atau dijabat oleh caretaker, sehingga pengangkatan Roelofsen dilakukan segera[1]. Lulusan Politeknik Delft ini pun harus meninggalkan Bandung dan bertugas di kantor pusat DGB di...
Ayunan Sekop Perak: Awal Berdirinya Gedung Sate
“Kemegahannya hanya akan dilampaui oleh sedikit orang di Hindia Belanda.” — V. L. Slors
EVOLUSI STASIUN KARAWANG
Kabupaten Karawang menempati posisi yang strategis baik secara politik maupun ekonomi. Secara politik, Karawang menjadi wilayah konflik antara Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC) yang berpusat di Batavia dan Kesultanan Mataram yang berpusat di pedalaman Jawa bagian tengah. Keduanya dipisahkan oleh Sungai Citarum. Menurut Graaf[1], Mataram berkepentingan untuk memperluas wilayah kekuasaan, terutama daerah pantai utara Jawa. Sementara...
Sambungan Gas di Kota Bandung
Pada tanggal 17 Februari 1921, Kota Bandung menjadi salah satu kota di Hindia Belanda yang menggunakan gas sebagai sumber energi untuk kehidupan sehari-hari dan penerangan kota.
Stasiun Bandung, Stasiun dengan Pencahayaan Terbaik
Sebelum diperluas ke arah utara di tahun 1990-an, bangunan stasiun bagian selatan menjadi satu-satunya pusat aktifitas Stasiun Bandung. Semua penumpang, baik yang akan berangkat maupun tiba, baik yang menumpang kereta api lokal ataupun luar kota, menggunakan bangunan stasiun bagian selatan. Bangunan stasiun ini berhadapan dengan terminal angkutan dalam kota dan pertemuan jalan Stasiun Barat dan...
Stasiun Radio Cangkring, Telinga Pertama di Bumi Selatan
Cangkring berada di pinggir jalan yang menghubungkan Baleendah dan Ciparay. Kawasan ini berada di kaki Gunung Pipisan dan secara admnistratif berada di Desa Jelekong, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung.
Stasiun Radio Penerima Pertama di Belanda
Suatu malam operator bernama Roelof Visser duduk di depan peralatan radio. Dengan headset yang terpasang, dia bekonsentrasi untuk mendengar sinyal-sinyal suara yang dikirmkan dari negeri jauh di timur. Nafasnya seolah berhenti, saat sinyal pertama dari Cililin, terdengar di telinganya[1].
Cililin, Tempat Terpencil dengan Sejarah Besar
Perang Dunia pertama mendorong Belanda untuk membuat instalasi radio nirkabel di Hindia Belanda. Perang membuat hubungan komunikasi antara kedua kawasan sangat terganggu. Salah satu ambisi Belanda adalah membuat jaringan telekomunikasi yang tidak bergantung pada keberadaan kabel-kabel telegraf yang rentan mendapat gangguan, terutama saat perang.
Harta Karun di Gedung Sate
Di tahun 1920-an, pemerintah Hindia Belanda membangun Gedung Sate di Bandung. Gedung ini merupakan gedung kantor untuk Departement Verkeer en Waterstaat (Departemen Pekerjaan Umum dan Pengairan). Semula, gedung ini merupakan bagian dari kompleks perkantoran pemerintah Hindia Belanda atau Gouvernements Bedrijven.









